Lewati ke konten utama

Cara kerja Stop Out di Forex

Pelajari cara kerja Stop Out di Olymptrade, kapan fitur ini diaktifkan, dan bagaimana fitur ini membantu mengelola trade Forex Anda.

Ditulis oleh Maya

Stop Out adalah fitur otomatis yang menutup trade Forex ketika kerugiannya mencapai level Stop Out yang ditetapkan untuk aset tersebut.


🛡️ Apa itu Stop Out?

Stop Out adalah fitur penutupan otomatis yang diaktifkan ketika trade Forex mencapai level kerugian tertentu.

Level Stop Out bergantung pada aset yang Anda tradingkan. Level ini menentukan seberapa besar jumlah yang Anda investasikan dapat mengalami kerugian sebelum platform secara otomatis menutup posisi Anda.

Stop Out diterapkan secara otomatis sesuai dengan Trading Conditions masing-masing aset.


⚙️ Bagaimana cara kerja Stop Out di Forex?

Olymptrade menerapkan level Stop Out yang berbeda tergantung pada aset.

  • Sebagian besar aset: Stop Out ditetapkan pada 0%. Artinya, trade akan ditutup secara otomatis ketika kerugian mencapai 100% dari jumlah yang diinvestasikan.

  • Beberapa aset: Stop Out ditetapkan pada 50%. Untuk aset ini, trade akan ditutup secara otomatis ketika kerugian mencapai 50% dari jumlah yang diinvestasikan.

Anda dapat memeriksa level Stop Out saat ini untuk setiap aset di Trading Conditions aset tersebut.


⏱️ Kapan Stop Out terjadi?

Stop Out dipicu ketika trade Anda mencapai batas kerugian yang berlaku.

Platform memantau trade Anda dan secara otomatis memulai proses penutupan setelah batas tersebut tercapai.

Persentase yang berlaku bergantung pada aset yang dipilih dan Trading Conditions-nya.

📍 Perlu diketahui: Stop Out bekerja secara otomatis. Anda tidak perlu mengaturnya saat membuka trade Forex.


📉 Apa yang terjadi ketika Stop Out dipicu?

Ketika level Stop Out tercapai, platform memulai proses penutupan trade. Trade ditutup pada harga pasar berikutnya yang tersedia, yang menentukan hasil akhirnya.

Pergerakan pasar terkadang dapat menyebabkan perbedaan antara harga penutupan yang diharapkan dan harga eksekusi aktual. Hal ini dikenal sebagai slippage.

💡 Perlu diketahui: Untuk aset dengan level Stop Out 50%, slippage dapat menyebabkan kerugian akhir melebihi batas awal 50%. Dalam kondisi pasar tertentu, kerugian dapat mencapai hingga 100% dari jumlah yang diinvestasikan.


🔎 Di mana Anda dapat memeriksa level Stop Out?

Anda dapat menemukan level Stop Out yang berlaku di Trading Conditions aset.

Sebelum membuka trade, Anda juga dapat melihat informasi trade yang tersedia di panel trading.

Setiap aset memiliki Trading Conditions masing-masing. Oleh karena itu, memeriksa informasi ini membantu Anda memahami level Stop Out yang berlaku.


🔄 Apa perbedaan antara Stop Out dan Stop Loss?

Kedua fitur ini menutup trade Forex secara otomatis, tetapi cara kerjanya berbeda.

Stop Out

Stop Loss

Diterapkan secara otomatis oleh platform.

Diatur oleh trader.

Diaktifkan ketika batas kerugian yang telah ditentukan untuk aset tercapai.

Diaktifkan ketika trade mencapai level kerugian yang dipilih oleh trader.

Levelnya bergantung pada Trading Conditions aset.

Levelnya dapat disesuaikan sesuai dengan Trading Conditions yang diizinkan.

Tidak memerlukan pengaturan manual.

Memungkinkan trader memilih kondisi penutupan otomatis.

Stop Out adalah mekanisme otomatis yang terintegrasi dalam platform, sedangkan Stop Loss memberi Anda pilihan untuk menentukan kondisi penutupan sendiri.

Keduanya tunduk pada kondisi eksekusi pasar, termasuk kemungkinan terjadinya slippage.


💡 Contoh: Cara kerja Stop Out

Bayangkan Anda membuka trade Buy Forex dengan investasi sebesar $10.

Mari bandingkan cara kerja Stop Out untuk dua aset yang berbeda.

  • Contoh 1: EUR/USD

    0% Stop Out

Detail trade

Nilai

Aset

EUR/USD

Investasi

$10

Level Stop Out

0%

Batas kerugian

$10

Jika trade mencapai kerugian sebesar $10, platform secara otomatis memulai proses penutupannya.

  • Contoh 2: BRENT

    Stop Out 50%

Detail trade

Nilai

Aset

BRENT

Investasi

$10

Level Stop Out

50%

Batas kerugian

$5

Jika trade mencapai kerugian sebesar $5, platform secara otomatis memulai proses penutupannya.

Dalam kedua kasus, harga penutupan aktual menentukan hasil akhir dengan mempertimbangkan kondisi eksekusi pasar.

Apakah pertanyaan Anda terjawab?